Wisuda Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

SIARAN PERS BRSDM

___________

Lantik Lulusan Politeknik KP Bitung, Kepala BRSDM Sampaikan Pesan Menteri Susi Agar Lulusan Menjunjung Tinggi Integritas

Bitung, Sulawesi Utara - Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung – satuan pendidikan tinggi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hari ini Selasa (22/8) melantik dan mewisuda 141 orang taruna Ahli Madya Perikanan Angkatan XVII. Para lulusan dilantik oleh Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, M. Zulficar Mochtar.

“Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan sering mengingatkan bahwa kepintaran dan kepandaian akan menjadi tidak produktif apabila tidak disertai dengan jiwa integritas yang tinggi. Adik-adik disini telah dididik dengan nilai-nilai integritas tersebut, kejujuran, keberanian, mental baja dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan kedepan. Jaga nilai ini selalu sebagai pondasi menghadapi tantangan baik di dunia kerja sebagai profesional maupun di dunia usaha sebagai pewira usaha baru,” ujar Zulficar menyampaikan pesan Menteri Susi kepada wisudawan/wisudawati.

“Indonesia sangat kaya dengan potensi kelautan dan perikanan. Lakukan inovasi mulai dari hal-hal kecil sehingga bisa bersaing dan terus kompetitif di masa depan. Jadilah petarung yang tangguh, yang bersih dan selalu menghormati orangtua,” lanjutnya.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini sudah dengan sangat tegas menegakkan aturan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Turut menjadi tugas adik-adik untuk mendukung pelaksanaan aturan-aturan yang ada. Ini bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, bukan hanya menjadi peran nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petani garam, tapi kita semua harus ikut menjaga dan mendukungnya.” tambah Zulficar.

Dari 141 orang lulusan, 12 orang diantaranya diserahkan kembali kepada Pemerintah Daerah untuk membangun kelautan dan perikanan di daerah asalnya. Kedua belas putra daerah ini berasal dari Pemkab Sigi, Pemkab Parimo – Sulawesi Tengah, Pemkab Asmat – Papua, dan Pemkab Talaud.

Para putra daerah tersebut menempuh pendidikan di Bitung sebagai bagian dari kemitraan kerja sama yang dibangun oleh Politeknik KP Bitung dengan Pemkab/Pemkot untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Melalui kerja sama tersebut, putra daerah akan langsung menerapkan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya selama perkuliahan. Terlebih mereka juga berasal dari keluarga pelaku utama kelautan dan perikanan di daerah asalnya masing-masing.

Selain 12 orang yang kembali ke daerah asalnya, sejumlah 103 orang lulusan langsung direkrut oleh perusahaan perikanan, 10 orang melanjutkan pendidikan dan 28 orang lainnya masih dalam proses perekrutan dan berwirausaha mandiri.

 

Catatan Editor

Selama pendidikan di Politeknik KP Bitung, taruna/i dibentuk untuk menjadi manusia yang berintegritas, kompeten dan berjiwa wirausaha melalui sistem perkuliahan berbasis kompetensi yang terdiri dari porsi praktek kerja 70% dan teori 30% dengan memanfaatkan fasilitas teaching factory yang mengintegrasikan pendidikan dan produksi usaha.

Unit praktek usaha tersebut diantaranya unit penangkapan ikan, unit bangunan dan jasa dock kapal perikanan, unit komponen kapal perikanan dan unit pengolahan produk perikanan dengan melibatkan mitra dari kalangan usaha, industri dan profesional, yang menjadi bagian dari sistem pendidikan tiga program studi di Politeknik KP Bitung yaitu Teknik Penangkapan Ikan, Mekanisasi Perikanan, dan Teknik Pengolahan Produk Perikanan.

Untuk membentuk karakter lulusan Program Studi Teknik Penangkapan Ikan dan Mekanisasi Perikanan yang handal, praktek yang dilakukan diantaranya adalah melakukan praktek laut selama 90 hari layar dengan menggunakan kapal latih Politeknik KP Bitung, praktek kerja lapang dilakukan sebanyak tiga kali selama masa perkuliahan dan diakhiri dengan praktek kerja lapang di industri perikanan selama 5 bulan. Adapun untuk taruna Program Studi Teknik Pengolahan Produk Perikanan melaksanakan kerja praktek akhir selama 2 bulan pada industri pengolahan modern.  

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi Taruna, dilakukan juga kuliah umum dari berbagai narasumberdalam dan luar negeri, dengan menggunakan mediavideo conference.

Selain Ijazah Diploma III Ahli Madya Perikanan, wisudawan dibekali dengan Sertifikat Keahlian ANKAPIN I untuk program studi Teknik Penangkapan Ikan (TPI) ; ATKAPIN I untuk program studi Mekanisasi Perikanan (MP) ; Sertifikat Pengolah Ikan dan HACCPuntuk Program Studi Teknik Pengolahan Produk Perikanan (TPPP), Sertifikat BST (Basic Safety Training) berstandar internasional dan juga sertifikat Kompetensi Kompetensi Keahlian dari BNSP.

 

 

Narasumber:

  1. M. Zulficar Mochtar, Kepala BRSDM.

 

Informasilebihlanjut :

SubagHumas, Sekretariat BRSDM

Email :humas.brsdm@kkp.go.id , humas.brsdm@gmail.com

telp: (021) 3513300ext : 6289/6696